5 Negara Ini Punya Hukuman Kejam Buat Para Koruptor Biar Jera, No 4 Jadi Bersih dari Korupsi

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Kasus korupsi yang melibatkan para pejabat negeri ini masih terus menjadi perbincangan hangat. Satu di antaranya adalah kasus korupsi e-KTP yang memasukkan nama Ketua DPR, Setya Novanto, sebagai tersangka. Meskipun sudah ada lembaga khusus yang menangani, nyatanya koruptor di Tanah Air tidak pernah jera. Para koruptor di negara ini biasanya hanya dihukum beberapa tahun saja, dengan denda yang nilainya tak sepadan dengan jumlah uang yang mereka curi dari negara. Padahal, di negara-negara lain, orang yang melakukan korupsi dan merugikan negara diberikan hukuman yang amat menyedihkan hingga hukuman mati.

Itulah sebabnya, mereka akan berpikir dua kali jika akan melakukan korupsi. Pasalnya, uang hasil korupsi yang mereka dapatkan bisa jadi harus dibayar dengan nyawa di kemudian hari. Berikut hukuman bagi koruptor di berbagai negara yang membuat pelakunya jera.

1. China

Di negera yang sangat terkenal dengan kemajuan perekonomian dan perdagangan ini, China tak segan-segan memberi hukuman mengerikan kepada pelaku korupsi. Pemerintah China sejak lama sudah menerapkan hukuman mati bagi para koruptor.

Menurut data Amnesty Internasional, ada 4 ribu orang yang dijatuhi hukuman mati setiap tahun karena melakukan korupsi. Eksekusi hukuman mati pada koruptor pun beragam, ada yang digantung dan ditembak mati. Bahkan, proses hukuman mati dilakukan di lapangan dan dipertontonkan dihadapan banyak orang sebagai pelajaran.

2. Malaysia

Negara tetangga Indonesia ini ternyata punya hukuman keras dan tegas dalam memberantas korupsi. Terbukti para koruptor kelas berat di Malaysia dijatuhi hukuman gantung.

Malaysia ternyata sudah lama menerapkan hukuman gantung bagi para pelaku korupsi. Sejak tahun 1961, Malaysia sudah memiliki undang-undang anti korupsi, yaitu Prevention of Corruption Act. Kemudian, mereka membentuk badan pemberantas korupsi atau Badan Pencegah Rasuah (BPR) pada tahun 1982, untuk menjalankan undang-undang tersebut.

Akhirnya pada tahun 1997, negara ini memberlakukan undang-undang Anti Corruption Act yang akan menghukum gantung para koruptor jika sudah terbukti bersalah.

  • December 6th, 2017

    Ryan Dakota

Close [x]
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==